Minggu, 19 Mei 2013

Washiyyat >>> Umamah kepada Putrinya ketika hendak menikah



*أوصت ابنتها أم إياس عند زفافها إلى عمرو بن حجر أمير كندة فقالت*


أي بنية:


إن الوصية لو تركت لفضل أدب تركت لذلك منك


ولكنها تذكره للغافل ومعونة للعاقل


ولو أن امرأة استغنت عن الزوج لغنى أبويها وشدة حاجتهما إليها


كنتى أغنى الناس عنه ، ولكن النساء للرجال خلقن ، ولهن خلق الرجال.


أي بنية :


انك فارقت الجو الذي منه خرجت , وخلفت العش الذي فيه درجت , إلى وكرٍ لم تعرفيه , وقرين لم تألفيه فأصبح بملكه عليكِ رقيبًا ومليكًا


فكوني له أمة يكن لك عبدًا وشيكًا.
واحفظى له خصالا عشرًا يكون لك ذخرًا :


أما الأولــى والثانية :


فالخشوع له بالقناعة ، وحسن السمع له والطاعة


وأما الثالثــة والرابعة:


فالتفقد لموقع عينية وأنفه ،


فلا تقع عينه منك علي قبيح ، ولا يشم منك إلا أطيب ريح


والكحل أحسن الحسن، والماء أطيب الطيب


وأما الخامسة والسادسة :


فالتفقد لوقت منامه وطعامه


فإن تواتر الجوع ملهبة ، وتنغيص النوم مغضبة


وأما السابعة والثامنة :


فالاحتراس بماله ، والإرعاء بحشمه وعياله


وملاك الأمر في المال حسن التقدير، وفي العيال حسن التدبير.


وأما التاسـعة والعاشــرة :


فلا تعصين له أمرا ً، ولا تفشين له سراً ,


فإنك إن خالفت أمره ، أوغرت صدره ، وإن أفشيت سره ، لم تأمني غدره


ثم إياك والفرح بين يديه إن كان مهتما ً، والكآبة بين يديه إن كان فرحاً.


فإن الخصلة الأولى من التقصير، والثانية من التكدير


وكوني أشد ما تكونين له إعظامًا يكن أشد ما يكون لك إكرامًا


وأشد ما تكونين له موافقةً يكن أطول ما تكونين له مرافقة


واعلمي أنك لا تصلين إلى ما تحبين حتى تؤثري رضاه على رضاك، وهواه على هواك فيما أحببت وكرهت والله يُخِيِّرُ لك
  



Wahai putriku,…..


Kini, engkau telah meninggalkan lingkunganmu yang dulu dan rumah tempat engkau dibesarkan ke dalam alam yang serba baru bagimu bersama pasangan yang sebelumnya engkau tidak mengenalnya.


Maka sejak hari ini, engkau telah menjadi milik seseorang. Jadilah engkau sebaik - baik pelayannya, nisvaya ia akan menjadi hamba bagimu.


......Wahai putriku



Jaga sepuluh perkara yang akan kuberikan kepadamu, niscaya akan menjadi kekayaan berharga dan kenangan bagimu
,,Pertama dan kedua


.Temanilah suamimu dengan sifat qana'ah (apa adanya) dan dengar serta patuhilah perintahnya


Sesungguhnya dengan sifat qana'ah, hatimu akan tenang. Dan mendengar serta patuh kepadanya, engakau akan mendapatkan ridha dari Rabb-mu


,,Ketiga dan keempat


Jagalah hidung dan matanya. Jangan sampai matanya melihat pada dirimu sesuatu yang tidak menyenangkannya. Atau pun hidungnya mencium darimu, kecuali bau yang harum.


Maka celak adalah sebaik - baik hiasan mata dan air cukup untuk menghilangkan bau.


Kelima dan keenam
Ingatlah waktu makannya dan tenanglah ketika tidurnya.


Sebab biasanya gejolak lapar akan dapat membakar amarah. Sedangkan kurang tidur akan menimbulkan emosi.


Ketujuh dan kedelapan


Hormati dan pelihara keluarga, anak - anak dan hartanya.


Jika engkau dapat menjaga hartanya, pastilah engkau akan mendapatkan kehormatannya. Jika engkau menjaga hak keluarga dan anak - anaknya maka akan membuatnya bersikap baik kepadamu
,,Kesembilan dan kesepuluh


Jangan sampai engkau membeberkan rahasianya dan menentang perintahnya. Jika engkau membocorkan rahasianya, jangan harap engkau selamat dari pembalasannya. Jika engkau menentang perintahnya maka engkau telah membangkitkan amarah dalam dadanya.  Kemudian janganlah engkau bergembira ketika ia sedih ataupun bersedih ketika ia sedang bergembira.
 

Kamis, 18 April 2013

Kata yg Baik seperti Pohon yg Baik



الكلمة الطيبة : هي كالشجرة الطيبه
أصلها ثابت وفرعها في السماء ,,

... كما قال الله تعالى عنها : { أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّهُ مَثَلاً كَلِمَةً
طَيِّبَةً كَشَجَرةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاء } آية 23 سورة إبراهيم .

فقد آهتم القران الكريم
والسنه النبويه بذلك الجانب ,,

ل قوله الله تعالى : { إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ }

عن عبدالله بن عمرو رضي الله عنهما،
عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (( في الجنة غرفة
يُـرى ظاهرها من باطنها، وباطنها من ظاهرها)) فقال أبو مالك الأشعري:
لمن هي يا رسول الله ؟ قال: " لمن أطاب الكلام، وأطعم الطعام، وبات والناس نيام ))


ف الله سبحانه كريم طيّب
يرفع له العمل الطيب والكلام الطيّب ..

وقد تكون سبب لدخولك الجنه (( بإذن الله )) ..


ف إذاً ما أجمل أن نتعايش في
حياتنا بجمال التعامل وطيب الكلام ,,

ف إنهآ تزرع بدآخل تلك الأرواح اللتي تسمع ذلك
الكلام الطيب بطعم الفرحه والإبتسامه ,,


ف آزرعوآ تلك الكلمة الطيبة بينكم ,,

بين أهلكم وأقاربكم وأحبابكم والناس أجمعين ,,

Kamis, 01 November 2012

Do'a Untuk Abi-Umii

Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka


Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka.


Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
atas didikan mereka padaku
dan Pahala yang besar atas kesayangan
yang mereka limpahkan padaku
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.


Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku,
atau hilangnya ‎"DOA KEPADA IBU BAPAK"


Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka

Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka.


Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
atas didikan mereka padaku
dan Pahala yang besar atas kesayangan
yang mereka limpahkan padaku
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.


Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku,

jadikanlah itu semua penyebab
rontoknya dosa-dosa mereka dan
bertambahnya pahala kebaikan mereka
dengan perkenan-Mu ya Allah
hanya Engkaulah yang berhak membalas
kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.


Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku
izinkanlah mereka ‎"DOA KEPADA IBU BAPAK"


Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka

Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka.


Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
atas didikan mereka padaku
dan Pahala yang besar atas kesayangan
yang mereka limpahkan padaku
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.


Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku,

jadikanlah itu semua penyebab
rontoknya dosa-dosa mereka dan
bertambahnya pahala kebaikan mereka
dengan perkenan-Mu ya Allah
hanya Engkaulah yang berhak membalas
kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.


Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku
izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku
tetapi jika sebaliknya,
Maka izinkanlah aku memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul Bersama dengan santunan-Mu
di tempat Kediaman yang dinaungi kemulian-Mu Ampunan-Mu serta Rahmat-Mu


Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki
Kurnia Maha Agung Serta anugerah yang tak berhujung
dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.

Aamiin Ya Robbal Alamin
syafa'at untukku
tetapi jika sebaliknya,
Maka izinkanlah aku memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul Bersama dengan santunan-Mu
di tempat Kediaman yang dinaungi kemulian-Mu Ampunan-Mu serta Rahmat-Mu


Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki
Kurnia Maha Agung Serta anugerah yang tak berhujung
dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.

Aamiin Ya Robbal Alamin
hak mereka kerana perbuatanku,

jadikanlah itu semua penyebab
rontoknya dosa-dosa mereka dan
bertambahnya pahala kebaikan mereka
dengan perkenan-Mu ya Allah
hanya Engkaulah yang berhak membalas
kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.


Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku
izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku
tetapi jika sebaliknya,
Maka izinkanlah aku memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul Bersama dengan santunan-Mu
di tempat Kediaman yang dinaungi kemulian-Mu Ampunan-Mu serta Rahmat-Mu


Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki
Kurnia Maha Agung Serta anugerah yang tak berhujung
dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.

Aamiin Ya Robbal Alamin

....Bolehkah Ku Mencinta.Nya.....




Ya Allah bolehkah aku mencintainya?
Ya Allah bolehkah aku menyayanginya?
Ya Allah bolehkah aku merindunya? 



Bila rasaku ini mulai meluluhlantahkan
segenap hatiku aku tak sanggup untuk mulai
menanggungnya sendiri
aku butuh sandaran hati untuk menenangkan hatiku ini
kepada siapa aku akan melabuhkan cintaku ini?
dan sampai saat ini belum bisa aku temukan jawabannya.

Jika memang dia yang bisa menjadi terbaik
untuk dihatiku
kan kupasrahkan semua kepadaMu.
jikalah dia yang tepat KAU pilihkan untukku
tak kan kemana hatiku kan mencari sebuah tambatan hati.

Jika bukan dia yang untuk terbaik untukku
kan ku coba untuk mengikhlaskan semua
meski sakit harus ku menanggungnya. Ya Allah..

jika memang Kau jodohkan dia
kepadaku , temukanlah dia denganku di
ikatan yang penuh kehalalan dan full
barokah.. dimana kalau tidak di ikatan pernikahan...

Semoga cinta ini, sayang ini, rindu ini
bersemi seindah mentari yang menyinari bumi.....
untuk membangun keluarga sakinah,
mawadah dan warahmah kelak bersama imam ku nanti.
 Aamiin yaa mujibassaailiin....


robbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyata qurrota a'yun waj'alnaa lil muttaqiinaa imaama....



21.70.72

Sabtu, 20 Oktober 2012

Inspirasi Bagi Wanita


Bersyukur sekali rasanya, dilahirkan sebagai wanita dengan segala kelebihan yang kita punya. Namun, tak memungkiri, terkadang masih saja kita kehilangan kepercayaan diri dan merasa menjadi masyarakat nomor dua.

Hey, ladies… mengapa harus merasa menjadi sosok kecil padahal Anda memiliki banyak kelebihan?




Coba baca 10 kalimat yang akan memberi inspirasi dan semangat lebih untuk Anda berikut ini… Hope you like it

1. “There is no such things as an ugly woman.” – Vincent Van Gogh
Dan, memang benar. Tak ada wanita yang tidak cantik, semua wanita itu cantik. Memiliki kulit berwarna gelap, cerah, kuning langsat, apapun warna kulit Anda, Anda itu cantik! Tak perlu harus tak percaya diri hanya karena memiliki kulit hitam manis atau sawo matang. Kulit putih itu bukan syarat seorang wanita disebut cantik, kok.

2. “Every girl should use what Mother Nature gave her before Father Time takes it away.” – Laurence J Peter
Jadi, berhentilah mengeluh dengan apa yang Anda miliki saat ini. Rawat dan percantik diri dengan cara-cara yang positif. Bukan juga dengan mengeluh dan tidak melakukan apa-apa.

3. “The rarest thing in the world is a woman who is pleased with photographs of herself.” – Elizabeth Metcalf
Satu permasalahan yang sama yang dimiliki hampir seluruh wanita, mereka jarang percaya diri dan menyukai foto mereka. Tak hanya terjadi pada Anda kok, bahkan para selebriti dan model yang memiliki tubuh indahpun seringkali tak percaya diri.

4. “A smile is a light in the window of the soul indicating that the heart is at home.” – Anonymous
Dan memang benar bahwa senyuman adalah jendela hati. Wajah yang cantik akan semakin sempurna dan menarik dengan senyuman. Bagi pria, senyuman seorang wanita ini bagaikan candu, yang membuat rindu dan jatuh cinta setiap saat. Benar, lho. Jadi bukan karena efek makeup Anda, tetapi murni karena senyuman.

5. “Beauty, in projection and perceiving is 99.9% attitude.” – Grey Livingston
Memiliki fisik yang indah dan ideal saja tak cukup untuk disebut cantik. Benar menurut Grey Livingston, kecantikan terpancar lewat sikap kita.

6. “My lips is big, but my talent is bigger” – Fantasia Barrino
Bahwa wanita dianggap sebagai rantai gosip dan berita, hmmm mungkin itu benar. Dan apa yang seringkali dikatakan oleh wanita dianggap sebagai omong kosong, itu juga benar. Namun, percayalah bahwa sebenarnya kelebihan yang kita miliki jauh lebih besar ketimbang omongan semata. Mari kita buktikan, ladies!

7. “A woman is like a tea bag. You never know how strong she is until she gets into hot water.” – Eleanor Roosevelt
Sekalipun sering disepelekan dan dipandang sebelah mata, kita tak boleh menyerah begitu saja. Tunjukkan kemampuan yang kita miliki, karena sebenarnya wanita dan pria sejajar kok.

8. “Marriage is not about age; it’s about finding the right person.” – Sophia Bush
Anda yang seringkali terganggu dengan pertanyaan “kapan kawin?” ingatlah selalu kalimat di atas ini. Ingatlah selalu bahwa menikah bukanlah perkara usia, namun bagaimana menemukan sosok yang nyaman dan bisa mendampingi kita seumur hidup.

9. “You have to forgive to forget, and forget, to feel again.” – Anonymous
Ketahuilah bahwa berulang kali Anda akan mengalami patah hati yang sama, dilukai, diabaikan, tak diperhatikan, diduakan bahkan ditinggalkan. Tetapi, jangan sampai hal itu menghalangi langkah Anda untuk menemukan cinta yang baru. Jangan sampai membuat Anda takut untuk mencintai orang yang baru di dalam hidup Anda, karena sepanjang hidup tugas kita adalah mencintai.

10. “If someone you love hurts you cry a river, build a bridge, and get over it.” – Anonymous
Dan apabila seseorang yang Anda cintai melukai dan mengecewakan diri Anda. Maafkan dan melangkahlah. Jangan tinggal di dalam masa lalu dan membiarkan diri Anda terpuruk di dalamnya.


sumber... yottabaca.com

Rabu, 17 Oktober 2012

'ilmu qiroah..


Ilmu qira’at adalah termasuk bagian dari ‘Ulûm al-Qur’ân atau ilmu-ilmu tentang al-Qur’an yang membahas tentang kaedah membaca al-Qur-an.
Berdasarkan pengertian bahasa, qiro’at merupakan kata kajian (masdar) dari kata kerja “qara’a” yang berarti membaca. Sedangkan berdasarkan pengertian terminology, maka ada beberapa definisi, sebagai berikut :[1][1]
1. Menurut Ibn Al-Jazari
Qira’at merupakan ilmu yang menyangkut cara-cara mengucapan kata-kata al-quran dan perbedaan-perbedaannya dengan cara menisbatkan kepada penukilnya.
2. Menurut Az-Zarkasyi
Qiraat adalah perbedaan (cara mengucapkan) lafazh-lafazh al-quran, baik menyangkut huruf-hurufnya atau cara pengucapan huruf-huruf tersebut, seperti taklif (meringankan), tasqil (memberatkan), dan atau yang lainnya.
3. Menurut  Ash-Sabuni
Qiraat adalah suatu mazhab cara pelafalan al-quran yang dianut salah seorang imam berdasarkan sanad-sanad yang bersambung kepada Rasulallah.
Pada permulaan abad pertama Hijrah di masa tabi’in, muncullah sejumlah ulama yang membulatkan tenaga dan perhatiannya terhadap masalah qira’at secara sempurna dan menjadikannya sebagai suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, sehingga mereka menjadi imam dan ahli qira’at yang diikuti dan dipercaya. Para ahli qira’at tersebut antara lain adalah Nâfi’ bin ‘Abdurrahman, ‘Abdullah bin Katsîr, Hamzah, al-Kisâ’î, dan lain-lain.
Perkembangan dan Pembukuan Ilmu Qira’at
Qira’at mulai di pakai setelah Nabi Muhammad di Madinah, dimana mulai banyak orang yang masuk Islam dari berbagai qabilah yang bermacam-macam dan dialek yang berbeda.
Terlepas dari perbedaan di atas, pembahasan tentang masa kodifikasi ilmu qira’at berarti membahas sejarah perjalanan ilmu qira’at.
 Perjalanan sejarah ilmu qira’at terbagi atas enam fase, yaitu:

Fase Pertama: masa pertumbuhan
Fase pertama ini terjadi pada masa Nabi, dimana Nabi mengajarkan al-Qur’an kepada sahabatnya dengan bacaan yang berbeda sesuai dengan apa yang mudah bagi mereka. Dengan demikian, para sahabat mendapatkan bacaan al-Qur’an dari Nabi dengan bacaan yang beragam. Seringkali dengan ragam bacaan yang mereka terima, menimbulkan perselisihan diantara para sahabat, lalu Nabi menyelesaikan perbedaan itu dengan mengatakan bahwa al-Qur’an di turunkan dengan berbagai macam versi bacaan.

Fase kedua; Fase penyebaran ilmu Qira’at
Fase kedua ini terjadi setelah Nabi wafat, yaitu pada masa sahabat dan tabi’in. Sebagaimana di ketahui para sahabat kebanyakan bermukim di Mekah atau Madinah. Maka setelah Rasulullah wafat sesuai dengan dinamika da’wah para sahabat terpanggil untuk menyebarkan islam ke berbagai pelosok negeri.
Fase ketiga: Fase kemunculan Ahli Qira’at
Fase ketiga ini berlangsung pada sekitar akhir abad pertama sampai awal abad kedua Hijriyah. Yaitu setelah pengajaran qira’at berlangsung sedemikian lama, maka muncullah ulama ahli qira’at dari kalangan tabi’in dan tabi’ al-tabi’in. Seperti di Basrah muncul ulama terkenal Yahya bin Ya’mar (w. 90 H) yang kemudian di kenal sebagai orang pertama yang menulis qira’at.
Fase Keempat: Fase penulisan ilmu Qira’at
Fase ini berlangsung bersamaan dengan masa penulisan berbagai macam ilmu keislaman, seperti ilmu hadis, tafsir, tarikh dan lain sebagainya, yaitu sekitar permulaan abad kedua Hijriyah. Maka pada fase ini mulai muncul karya-karya dalam bidang qira’at.

Sebagian ulama muta’akhirin berpendapat bahwa yang pertama kali menuliskan buku tentang ilmu qiraat adalah Yahyâ bin Ya’mar, ahli qira’at dari Basrah. Kemudian di susul oleh beberapa imam qurrâ’, diantaranya yaitu :

1. ‘Abdullah bin ‘Âmir (w. 118 H) dari Syam. Kitabnya Ikhtilâfât Masâhif al-Syâm wa al-Hijâz wa al-‘Irâq.
2. Abân bin Taghlib (w. 141 H) dari Kufah. Kitabnya Ma’ânî al-Qur’an dan kitab Al Qirâ’ât.
3. Muqâtil bin Sulaimân (w. 150 H)
4. Abû ‘Amr bin al-‘Alâ’ (w. 156 H)
5. Hamzah bin Habîb al-Ziyât (w. 156 H)
6. Zâidah bin Qadâmah al-Tsaqafi (w. 161 H)
7. Hârûn bin Mûsâ al-A’ûr (w. 170 H)
8. ‘Abdul Hamîd bin ‘Abdul Majîd al-Akhfasy al-Kabîr (w. 177 H)
9. ‘Alî bin Hamzah al-Kisâ’i (w. 189 H)
10. Ya’qûb bin Ishâq al-Hadramî (w. 205 H)
11. Abû ‘Ubaid al-Qâsim bin Sallâm (w. 224 H). Kitabnya Al-Qirâ’ât.

Menurut Ibn al-Jazari, imam pertama yang dipandang telah menghimpun bermacam-macam qira’at dalam satu kitab adalah Abû ‘Ubaid al-Qâsim bin Sallâm. Ia mengumpulkan dua puluh lima orang ulama ahli qira’at, termasuk di dalamnya imam yang tujuh (imam-imam Qira’at Sab’ah).
Fase kelima: Fase Pembakuan Qira’at Sab’ah
Pada peringkat awal pembukuan ilmu qira’ at yang dirintis oleh Abû ‘Ubaid al-Qâsim bin Sallâm dan para imam tersebut di atas, istilah qira’at tujuh belum dikenal. Pada masa ini, mereka hanya mengangkat sejumlah qira’at yang banyak ke dalam karangan-karangannya. Barulah pada permulaan abad kedua Hijrah orang mulai tertarik kepada qira’at atau bacaan beberapa imam yang mereka kenali. Umpamanya di Basrah orang tertarik pada qira’at Abû ‘Amr (w. 154 H) dan Ya’qûb (w. 205 H), di Kufah orang tertarik pada bacaan Hamzah ( w. 156 H) dan ‘Âsim (w. 127 H), di Syam orang memilih qira’at Ibn ‘Âmir (w. 118 H), di Mekah mereka memilih qira’at Ibn Katsîr (w. 120 H), dan di Madinah memilih qira’at Nâfi’ (w. 199 H).
Di penghujung abad ketiga Hijrah, barulah Ibn Mujâhid (w. 325 H) mencetuskan istilah Qira’at Sab’ah atau Qira’at Tujuh, yaitu tujuh macam qira’at yang dipopulerkan oleh tujuh imam qira’at tersebut di atas dengan menetapkan nama al-Kisâ’i (w. 189 H), salah seorang ahli qira’at dari Kufah, dan membuang nama Ya’qûb dari kelompok qari’ tersebut. Maka mulai saat itulah awal mulanya muncul sebutan Qira’at Sab’ah.
Fase keenam: Fase Pengukuhan Qira’at Sab’ah
Fase ini berlangsung setelah kemunculan kitab Al-Sab’ah karya Ibn Mujahid. Fase ini menjadi fase yang berpenting dalam sejarah penulisan ilmu qira’at. Karena sebagaimana di ketahui bahwa penulisan ilmu qira’at pada masa sebelum Ibn Mujahid bisa dikatakan tidak selektif tapi lebih kepada penulisan qira’at yang sampai kepada mereka dari guru-guru mereka. Karena itu ulama yang pro terhadap gagasan Ibn Mujahid banyak yang memburu riwayatnya imam tujuh tersebut dari berbagai macam jalur periwayatan. Hasil dari perburuan itu tercantum dalam kitab-kitab qira’at sab’ah yang datang setelahnya. Istilah Qira’at Sab’ah menjadi semakin kokoh dan masyhur dengan munculnya kitab At Taisir karya Abû ‘Amr al-Dâni (w. 444 H). Yang menonjol dari kitab ini adalah penyederhanaan rawi dari setiap imam dengan hanya dua perawi, padahal sebagaimana di ketahui bahwa perawi setiap imam biasanya berjumlah puluhan bahkan ratusan.

Periwayat-periwayat imam tujuh yang masyhur ialah:
1. Qâlûn (w. 220 H) dan Warsy (w. 197 H), meriwayatkan qira’at dari Imam Nâfi’
2. Qumbul (w. 291 H) dan Al-Bazzi (w. 250 H), meriwayatkan qira’at dari Imam Ibn Katsîr
3. Al-Dûri (w. 246 H) dan Al-Sûsi (w. 261 H), meriwayatkan qira’at dari Imam Abû ‘Amr
4. Hisyâm (w. 245 H) dan Ibn Dzakwân (w. 242 H), meriwayatkan qira’at dari Imam Ibn ‘Âmir
5. Syu’bah (w. 193 H) dan Hafs (w. 180 H), meriwayatkan qira’at dari Imam ‘Âsim
6. Khalaf (w. 229 H) dan Khallâd (w. 220 H), meriwayatkan qira’at dari Imam Hamzah
7. Abû al-Hârits (w. 240 H) dan Dûri al-Kisâ’i (w. 246 H), meriwayatkan qira’at dari Imam Al-Kisâ’i.
Qira’at Sab’ah bertambah kokoh setelah kemunculan imam Al-Syatibî (w. 591 H) yang telah berhasil menulis materi Qira’at Sab’ah yang terdapat dalam kitab At-Taisir menjadi untaian syair yang sangat indah dan menggugah. Syair itu berjumlah 1171 bait. Kumpulan syair-syair itu di namakan “Hirz al-Amâni wa Wajh al-Tahâni” yang kemudian lebih di kenal dengan sebutan “Syâtibiyyah”. Syair-syair Syâtibiyyah ini telah menggugah banyak ahli qira’at untuk mensyarahinya. Jumlah kitab yang mensyarahi syair Syâtibiyyah ini lebih dari lima puluh kitab.
Macam-macam Qira’at, Hukum dan Kaidahnya
Ibn Mujâhid sebagai tokoh negara serta salah seorang pakar keagamaan memiliki pengaruh besar atas berlangsungnya keragaman bacaan. Ibn Mujâhid mencoba menetapkan standarisasi baru disahkannya sebuah qira’at. Kemudian lahirlah tujuh qira’at yang terbagi menjadi tujuh imam plus dua perawi di antara satu imam. Satu klaim bahwa bacaan sah adalah ajaran dari riwayat yang bersumber dari guru dengan persetujuan ulama-ulama lain serta memiliki kredibilitas (tsiqah) diakui.
 Konsep ini pada dasarnya menguatkan tiga syarat utama atau kaidah qira’at yang sahîh, yaitu :
1. Qira’at itu harus sahîh sanadnya, yaitu bersumber dari rawi-rawi yang tsiqah dengan mata rantai sampai kepada Rasulullah saw.
2. Qira’at tersebut sesuai dengan kaidah Bahasa Arab. Syarat ini tidak berlaku sepenuhnya sebab ada sebagian bacaan yang tidak sesuai dengan tata bahasa Arab, namun karena sanadnya sahîh dan mutawâtir maka qira’atnya dianggap sahîh.
3. Qira’at sesuai dengan salah satu Mushaf Utsmâni yang dikirimkan ke daerah-daerah, karena ia mencakupi Sab’atu Ahruf.
Macam-macam Qira’aat
Sebagian ulama menyimpulkan macam-macam qira’at menjadi enam macam:
1. Mutawâtir, yaitu qira’at yang dinukil oleh sejumlah besar periwayat yang tidak mungkin bersepakat untuk berdusta, dari sejumlah orang yang seperti itu dan sanadnya bersambung hingga penghabisannya, yakni Rasulullah saw.
2. Masyhûr, yaitu qira’at yang sahîh sanadnya tetapi tidak mencapai derajat mutawâtir, sesuai dengan kaidah bahasa Arab dan rasam Utsmâni serta terkenal pula di kalangan para ahli qira’at dan tidak terdapat cacat.
3. Âhâd, yaitu qira’at yang sahîh sanadnya tetapi tidak sesuai atau menyalahi rasam Utsmâni, menyalahi kaidah bahasa Arab atau tidak terkenal seperti halnya dua qira’at yang telah disebutkan. Qira’at semacam ini tidak termasuk qira’at yang dapat diamalkan bacaannya.
4. Syâdz, yaitu qira’at yang tidak sahîh sanadnya, seperti qira’at malaka yaumaddîn (al-Fâtihah ayat 4), dengan bentuk fi’il mâdi dan menasabkan yauma.
5. Mawdû’, yaitu qira’at yang tidak ada asalnya. Contohnya qira’at imam Muhammad bin Ja’far al-Khuza’i dalam membaca firman Allah swt. dalam surat Fâtir ayat 28:
Dia membaca dengan dengan merafa’kan lafaz Allah dan menasabkan lafaz al-‘Ulamâ’.
6. Mudraj, yaitu yang ditambahkan ke dalam qira’at sebagai penafsiran, seperti qira’at Ibn ‘Abbâs.
Kalimat adalah penafsiran yang disisipkan ke dalam ayat.

Sebab-Sebab Perbedaan Qira’at

Diantara sebab-sebab munculnya beberapa qiraat yang berbeda adalah sebagai berikut :[2][2]
1. Perbadaan qiraat nabi. Artinya dalam mengerjakan al-quran kepada para sahabatnya, nabi memakai beberapa versi qiraat.
2. Pengakuan dari nabi terhadap berbagai qiraat yang berlaku di kalangan kaum muslimin waktu itu. Hal ini menyangkut dialek mereka dalam mengucapkan kata-kata dalam alquran.
3. Adanya riwayat dari para sahabat nabi menyangkut berbagai versi qiraat yang ada.
4. Adanya lahjjah kebahasaaan di kalangan bangsa arab pada masa turunya al-quran.